Follow on G+

Selasa, 04 Februari 2014

Fakultas Sastra Universitas Jember Telah Siap Menjadi Fakultas Ilmu Budaya


JEMBER (27/1/2014), Dekan Fakultas Sastra Universitas Jember Dr. Hairus Salikin, M.Ed. mengirimkan tim perubahan nama fakultas yang terdiri atas Drs. Albert Tallapessy, M.A.,Ph.D., Drs. Syamsul Anam, M.A., Drs. Andang Subaharianto, M.Hum., Dr. Ikwan Setiawan, M.A. Bambang Aris Kartika, S.S.,M.A. melakukan studi banding ke beberapa universitas di 3 propinsi, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dan Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya yang telah mengalami perubahan nama dari Fakultas Sastra menjadi Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Tim melakukan kunjungan studi selama 4 hari yang dimulai pada hari selasa, 21 Januari hingga 24 Januari 2014. Dengan menumpang mobil Innova grey metalik tim pun berangkat pada pukul 17.00 WIB ke UGM sebagai perguruan tinggi tujuan terlebih dahulu.

Tim yang diketuai oleh Pembantu Dekan I FS UNEJ ini bertujuan untuk menggali informasi-informasi yang diperlukan bagi rencana strategis fakultas untuk mengubah nama sebagaimana yang diamanatkan oleh senat fakultas. Di samping juga untuk mewadahi perkembangan ilmu pengetahuan yang terus berkembang dengan begitu pesatnya, seperti lahirnya Program Studi Televisi dan Film (PSTF) yang sudah berdiri sejak tahun 2010 dan rencana pengembangan kelembagaan dengan kemungkinan membuka program studi baru yang sedang digodog dan dimatangkan yaitu Program Studi Antropologi Budaya dan Seni Pertunjukkan. “Dengan tetap berpegang pada nama Fakultas Sastra akan menimbulkan kesulitan dalam merespon rencana pengembangan kelembagaan di Fakultas Sastra Universitas jember di masa depan. Oleh karena itu, salah satu solusi yang dikedepankan adalah dengan mengubah nama dari Fakultas Sastra menjadi Fakultas Ilmu Budaya,” demikian jelas Albert Tallapessy saat membuka pembahasan dengan Dr. Wening Udasmoro, DEA., M.Hum. selaku Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alasan yang sama juga disampaikan ketika bertemu dengan Dekan dan jajarannya di Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Wakil Dekan II Fakultas ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya.

Kedatangan tim perubahan nama fakultas disambut dengan antusias dan terjalin dialogis yang terbuka, kekeluargaan, serta mendukung secara institusional rencana perubahan nama fakultas yang rencananya akan diajukan oleh Fakultas Sastra Universitas Jember. Dr. Wening Udasmoro, DEA., M.Hum. dari FIB UGM juga menyarankan untuk segera melakukan langkah-langkah strategis dengan melakukan pembenahan kelembagaan seperti pembenahan kurikulum dan maping kompetensi sumber daya manusia. Dan tidak lupa pula untuk menyesuaiakan visi dan misi fakultas dengan universitas. Saran dari Dr Wening agar memudahkan Fakultas Sastra berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya, maka visi dan misi universitas janganlah teralu spesifik, missal lingkungan, agroindustri kopi atau the tapi lebih universal. Tinggal nanti dari fakultas membreakdown menjadi visi dan misi yang lebih mengarah kepada kompetensi FIB.

Sementara itu, hasil studi banding dengan pihak UNS diperoleh informasi bahwa sebaiknya langkah awal yang dapat dilakukan oleh tim perubahan nama adalah pengajuan pada Sistem Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) dari fakultas kepada universitas untuk diajukan diperolehi pesetujuan dari DIKTI. Setelah disetujui dapat dilakukan penyusunan proposal sekaligus menyiapkan kurikulum yang mengarah kepada nama Fakultas Ilmu Budaya. Di UNS disusun kurikulum matakuliah tingkat fakultas yang memang diarahkan pada keilmuan budaya, seperti budaya Jawa, Dinamika Budaya Indonesia, Dasar-Dasar Filsafat. Sehingga UNS tidak mengalami kendala terkait pengajuan perubahan nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya (FIB).
Hal yang sama juga dikemukakan oleh Wakil Dekan II FIB Universitas Airlangga. Bahwa konsekuensi mengubah nama adalah merombak hingga 20 persen kurikulum yang diarahkan pada kompetensi budaya. UNAIR mengambil spesifikasi sebagai Budaya Urban yang sejak tahun 2010 telah berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya. Perubahan kurikulum ditekankan pada matakuliah setingkat fakultas. “Memang pada awalnya terjadi resistensi di antara para dosen-dosen, akhirnya karena adanya satu tujuan yang sama pertentangan itu bisa diredakan dan kami bisa mengajukan perubahan nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya.” Jelas Diah Ariani Arimbi, S.S.,M.A.,Ph.D.

Tim perubahan nama fakultas akhirnya meluncur kembali ke Jember dari Surabaya selepas waktu sholat jumat. Setelah kembali tim pun merumuskan temuan-temuan informasi dari ketiga universitas yang menjadi sasaran studi banding untuk kemudian menyampaikan laporannya kepada dekan sekaligus mulai menyusun strategi dan proposal serta pembahasan kurikulum yang melibatkan prodi-prodi atau jurusan di lingkungan Fakultas Sastra Universitas Jember. Kita berharap cita-cita merubah nama menjadi Fakultas ilmu Budaya dapat tercapai dan semakin membuka peluang bagi pengembangan fakultas di masa depan dengan lahirnya jurusan atau prodi baru lagi seperti Antropologi Budaya dan Seni Pertunjukkan. Semoga! (BAMS)

0 komentar:

Posting Komentar

Labels

Popular Posts