Follow on G+

171 Kampus Fakultas Sastra UNEJ"

Wajah Kampus Fakultas Sastra Masih Sejuk dan Asri

132 Facebook Staff Sastra Inggris

https://www.facebook.com/akademik.sastraunej

749 Grand Reunion

Sastra Inggris Adakan Reuni Akbar.

811 Masa Orientasi

Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) Meniti Jalan Menuju Kampus Perjuangan.

686 PKL to Bali

Mahasiswa Praktek Kerja Lapangan, Study Wisata ke Bali.

656 Relaksasi Kebersamaan

Pikirkan bahwa dengan relaksasi tubuh kita menjadi segar dan bugar.

621 UKM Swapenka"

Menjadi kebanggaan tersendiri kuliah di Fakultas Sastra UNEJ.

180 Bedah Buku"

Kiat Jitu Menulis dan Menerbitkan Buku.

132 Belajar Jujur dan Bersih"

Mengenal Modus Operandi Korupsi.

Senin, 10 November 2014

Rektor Universitas Jember, Lepas Balon Berhadiah

<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title='rsspump'>news</a></div>

Alhamdulillah kita bersyukur atas limpahan rohmat dan anugrah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Ulang tahun yang ke-50 Universitas Jember yang digelar dalam upacara Dies Natalis di lapangan, Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan menyampaikan amanah upacaranya bertepatan dengan hari Pahlawan, Universitas Jember semakin eksis. Banyak harapan dari Rektor, Moh. Hasan kepada civitas akademika dalam membangun Jember lebih maju lagi, kita bersyukur dapat bekerja dengan nyaman tanpa tekanan dari penjajahan dimasa perjuangan dulu. Rektor berharap untuk semuanya dapat menjadi teladan dilingkungan masing-masing. Dalam upacara Dies Natalis, Rektor memberikan penghargaan atas prestasi teladan dari Dosen, Kaprodi, Tenaga administrasi akademik, Pustakawan, Laboran dan Teknisi setelah melalui penilaian daru dewan juri. Salah satu dosen berprestasi dalam tingkat nasional atas prestasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi.

Senin, 03 November 2014

Syarat dan Form Pengajuan Seminar Proposal

<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title='rsspump'>news</a></div>

Bagi mahasiswa jurusan Sastra Inggris yang sudah melakukan pembimbingan skripsi, setelah anda mengajukan judul dan sudah melakukan pembimbingan dengan Pembimbing I dan Pembimbing II, apabila sudah siap untuk diseminarkan, lebih baik anda baca dan download syarat dan form pengajuan seminar proposal di bawah ini.



SYARAT-SYARAT PENGAJUAN UJIAN SEMINAR PROPOSAL

  1. Biodata Mahasiswa
  2. Formulir S1 (diisi lengkap)
  3. Formulir S2 (diisi lengkap)
  4. Draft Skripsi : bab1, bab2, bab3 dan Daftar Pustaka (4 bh)
  5. File & hardcopy Power Point Presentation
  6. Foto Copy KRS semester berjalan
  7. Screen shot Sister
  8. Surat Tugas Pembimbing Skripsi

Semua dokumen tersebut sudah dimasukkan pada Map Gantung (Filing Folder) warna merah diurutkan sesuai dengan urutan di atas.

Silahkan diunduh di sini:
Biodata Mahasiswa
Syarat dan Form




Sebelum cetak Sreen shot Sister, sebaiknya anda upload dan entri judul skripsi terlebih dahulu di www.sister.unej.ac.id

Jumat, 31 Oktober 2014

Dr. Ikwan : KUTIPAN-KUTIPAN DARI GARIN NUGROHO

<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title='rsspump'>news</a></div>

"Sensilibitas merupakan kata kunci dalam kerja perfilman; utk menemukan problem dan gejala sosial budaya yang menarik untuk difilmkan."
"Mumpung anda di universitas, saatnya bereksperimen untuk membuat karya yang bisa membentuk pasar; jangan larut oleh pasar yang sudah ada. Persoalan gagal, tak perlu takut. Saatnya nanti, itu akan sangat bermanfaat."
"Setiap ide film, selalu ada pasarnya. Saya tidak mau bergantung pada pasar bioskop. Saya harus pintar mencari celah dengan tetap bertahan pada ide yang ada. Saya yakin pasti ada yg mau ndanai maupun yang nonton. Itulah peta yang perlu kita temukan. Dan saya tidak pernah berpikir apakah film akan laris atau tidak."
"Sebetulnya, di era Tjokroaminoto tidak ada ketakutan dan trauma terhadap ideologi. Kusno (Soekarno), Muso, dan Sekarmadji Kartosoewirjo, bisa hidup dalam satu kos. Nasionalisme, komunisme, Islam. Biasa saja." 
(Garin Nugroho, 30 Okt 2014, Aula FS UNEJ)

Dr.Ikwan : KUTIPAN-KUTIPAN DARI PROF LAKSONO

<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title='rsspump'>news</a></div>

"Bangsa ini kaya akan pewarna alami. Tapi industri warna sintetik telah menggusurnya. Bahkan dalam industri batik, semakin sedikit yang menggunakan pewarna alami, dari daun indigo/tarum, misalnya. Implikasinya, berkurangnya tenaga kerja yang terlibat dalam pembuatan pewarna alamiah. Para sineas sebenarnya punya peran strategis untuk memfilmkan hal-hal yang mulai dipinggirkan tersebut. Mereka bisa mengkonstruksi gagasan yang bisa memberikan pemahaman kepada penonton."
"Kesukaan terhadap sesuatu, termasuk film bukanlah sesuatu yang given, tetapi dikonstruksi secara lembut melalui bermacam praktik representasi. Anda harus berani menggagas pasar sendiri, jangan larut dalam pola pasar yang ada. Carilah terobosan2 kreatif yang bisa membentuk pasar film-film anda. Di situlah anda sekaligus belajar memproduksi makna dan wacana budaya yang bisa mentransformasikan kesadaran masyarakat penonton terhadap aspek-aspek yang tidak harus mengikuti logika pasar."

(Prof. P.M Laksono, Aula FS UJ, 30 Okt 2014)


Kamis, 30 Oktober 2014

Di Gapura yang mungkin anda kenal ini, Garin Nugroho akan Berdiskusi Film

<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title='rsspump'>news</a></div>

November, 1999, lima belas tahun sudah saya berada di Fakultas Sastra, bagi anda yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra mungkin ada yang sudah kenal ataupun masih samar-samar siapa admin yang membuka akun akademiksastra, biarlah kenangan itu menjadi terkenang kembali dimana masa itu dimana diantara dua gapuro itu pernah ada panggung terbuka, tempat berkreasinya anak-anak Sastra dalam menginterprestasikan puisi, tari, drama, kentrung joss, dll... pernah dipentaskan disini, kini diantara dua gapura itu telah dibangun gedung perkuliahan yang megah dan ber AC pula. Hamparan pavling sudah luas membentang yang terlihat duo master sedang mendendangkan lagu sekedar mengingatkan anda para alumni Fakultas Sastra, jangan lupakan almamater tercinta, kampus perjuangan dalam menghantarkan kesuksesan hidup.

Hari ini dan malam nanti, seorang produser film dan sutradara terkenal, Garin Nugroho akan menambah tulisan sejarah, bahwa Garin Nugroho akan datang dan mengingatkan kita sekalian bahwa Fakultas Sastra masih ada dan akan terus ada untuk mengobati kerinduan anda akan kampus perjuangan Fakultas Sastra Universitas Jember.

Ngopi Bareng Garin Nugroho
Diskusi Cangkrukan Bersama Garin Nugroho




Yuuk.... Ngopi Bareng Garin Nugroho di Fakultas Sastra Universitas Jember

<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title='rsspump'>news</a></div>


Produser dan Sutradara Film Indonesia, Garin Nugroho, bakal cangkrukan bareng dosen, mahasiswa, karyawan dan siapapun anda yang berkenan datang di acara ngopi bareng Garin Nugroho, Kamis malam 30 Oktober 2014.


Selasa, 21 Oktober 2014

Kumpul, Ngobrol Film Bersama Garin Nugroho di Fakultas Sastra

<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title='rsspump'>news</a></div>

GARIN NUGROHO
DAN PROF. DR. P.M LAKSONO
AKAN NGOBROL FILM
DI FAKULTAS SASTRA UNEJ
Setelah sempat tertunda beberapa bulan, Garin Nugroho memastikan kehadirannya di acara seminar film Fak. Sastra, 30 Oktober 2014. Sutradara Cinta dalam Sepotong Roti, Bulan Tertusuk Ilalang, Surat untuk Bidadari, Daun di Atas Bantal, Opera Jawa, Soegija ini akan membicarakan "Peluang dan Tantangan Perfilman Indonesia sebagai Industri Kreatif di era Digital dan Pengaruh Kapitalisme Global". Selain Garin, seminar ini juga akan menghadirkan Prof. Dr. P.M Laksono untuk membincang tema "Ber-film sebagai Proses Kebudayaan".
Karena tempat duduk terbatas untuk seminar, silahkan kawan-kawan mahasiswa, dosen, penggiat komunitas, ataupun masyarakat umum segera menghubungi panitia di Prodi Televisi dan Film Fakutas Sastra UNEJ.
Malam harinya, sekitar pukul 19.30 WIB, Garin Nugroho akan menggelar "Diskusi Cangkrukan" dengan komunitas teater, tari, musik, film Jember. Tempat di halaman tengah, depan Kantin Fak. Sastra UNEJ. Undangan untuk komunitas menyusul. (LIN-D:Ikwan)

Rabu, 15 Oktober 2014

Pakde Bagio Pelopor Kesehatan Masyarakat Jember Dapat Anugrah RJ Award 2014

<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title='rsspump'>news</a></div>

Pakde Bagio
Segenap civitas akademika Fakultas Sastra Universitas Jember mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi serta mengucapkan selamat kepada Pakde Bagio atas segala dedikasinya sebagai pelopor kesehatan manula di Kabupaten Jember dengan meraih penghargaan Radar Jember Award yang dengan dukungan seluruh masyarakat Jember pada Malam Anugrah Radar Jember Award 2014 di gedung Soetardjo Universitas Jember, 14 Oktober 2014 jam 18.30WIB. Pak De Bagio menjadi salah satu nominasi yang berhasil menjadi pelopor dan koordinator kesadaran hidup sehat bagi  masyarakat Jember.

Kita bangga Pakde Bagio dapat Anugrah Radar Jember Award 2014

Selasa, 14 Oktober 2014

Salam Lin D: Gumukku Rata-Panasnya Jember Menyengat Kepala

<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title='rsspump'>news</a></div>

Dr. Ikwan Setiawan, M.A.
Bagi kawan-kawan yang pernah hidup di Jember pada era 80-an dan 90-an, pasti masih ingat hawanya yang segar dengan angin semriwing. Selain berada di lembah pegunungan Argopuro, kondisi itu tidak bisa dilepaskan dari banyaknya GUMUK yang tidak jauh dari wilayah kota.
Ya, gumuk--istilah khusus untuk bukit yang tidak terlalu tinggi, 1-50 m--pada masa-masa itu menjadi bagian integral dari proses perkembangan masyarakat Jember, termasuk para mahasiswa dari wilayah lain. Satu gumuk yang sangat terkenal adalah Gumuk Kerang, di Jl. Karimata. Banyak mahasiswa yang menikmati lanskap Jember dari gumuk yang banyak ditumbuhi pohon mente ini.
Meningkatnya kebutuhan akan rumah bagi warga kota, menjadi rezim diskursif yang berkembang pesat pada era 2000-an. Pertumbuhan usaha properti sangat pesat dengan bermacam pengembang; baik dari dalam maupun luar Jember. Orang-orang berjiwa ekonomi tentu akan melihatnya sebagai hukum kesempatan berdasarkan permintaan selalu saja diwacanakan meningkat. Padahal belum tentu juga, karena normalisasi kebenaran selalu saja dibarengi normalisasi kepentingan.
Kebutuhan para pengembang untuk mendapatkan lahan yang relatif murah menjadikan mereka melirik gumuk sebagai idola baru. Gumuk yang biasanya dimiliki secara personal, mulai dibeli dengan harga yang mungkin tinggi bagi pemiliknya. Dengan membeli gumuk, para pengembang akan mendapatkan lahan untuk perumahan, sekaligus keuntungan dari galian batu maupun tanahnya.
Kalau dulu pada era 90-an, gumuk Gunung Batu, yang mulau diratakan, saat ini gumuk di Jl. Riau dan Kaliurang sudah menjadi perumahan besar. Daerah perempatan Riau-Kaliurang tembus SECABA--Sekolah Calon Bintara--yang dulunya sangat senyap, kini sangat ramai. Bahkan sebuah gumuk di sebelah Timur Sastra UNEJ, kini dalam proses diratakan untuk lahan cluster perumahan. Sebutan kota 1000 gumuk pun sudah tidak pantas lagi disematkan untuk Jember.
Akibat langsung dari diratakannya gumuk adalah wilayah kota, termasuk kampus UNEJ, semakin panas. Benar-benar panas, khususnya di musim kemarau. Gumuk yang menjadi tandan air ketika musim penghujan, bukan hanya menjadi sumber air, tapi juga mampu menyeimbangkan suhu panas dengan cadangan air dan pohon-pohon di atasnya. Selain itu, di beberapa wilayah akan mudah sekali terkena banjir di musim hujan karena tidak ada lagi yang menyerap air hujan. Yang tidak kalah mengerikan adalah mulai habisnya sumber air: hal itu semakin terasa di musim kemarau.
Hasrat besar para pemodal properti untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya berbasis kebutuhan akan rumah, telah menjadikan gumuk dihilangkan dari lanskap Jember. Para pemilik gumuk tak kuasa untuk tak menjualnya karena puluhan juta yang akan mereka terima dari pemodal; dibandingkan ketika gumuk mereka hanya ditumbuhi pohon. Para pejabat juga tidak ambil pusing dengan bermacam persoalan akibat habisnya gumuk. Bagi mereka, pajak IMB dan pemasukan lainnya akan lebih menggiurkan, toh untuk mengatasi panas mereka bisa menyalakan AC di mobil ataupun kantor.
Sementara, kalangan aktivis lingkungan hidup membuat gerakan SAVEGUMUK. Meskipun demikian para pemodal dan birokrat seperti tidak menghiraukan wacana-wacana yang dilontarkan kelompok ini. Sebenarnya, kalau pemerintah mau serius, tentu saja mereka bisa membuat aturan yang sangat ketat terkait pembangunan perumahan. Misalnya, melarang perataan gumuk. Pihak bank sebagai pemberi modal juga bisa menghentikan dana untuk pengembang nakal. Nyatanya, mereka tidak menghiraukan krisis ekologis akibat gumuk yang dihabiskan.
Atau, mungkin para aktivis perlu melakukan advokasi kepada para pemilik gumuk? Atau, mungkin perlu gerakan sosial yang lebih konkrit yang melibatkan mahasiswa, akademisi, warga terdampak, aktivis lingkungan kalau semua cara diplomasi dan kritik sudah tidak mempan?
Yang pasti, Jember semakin panas hari ini. Gumuk si pendekar lingkungan itu terkapar, rata dengan tanah; ditumbuhi hutan beton.
Salam LIN D, Tawang Alun - Kampus

Gumukku Indah - Gumukku Malang - Kini Teraniaya





Senin, 13 Oktober 2014

KPRI Universitas Jember, Genap 35 Tahun Mensejahterakan Anggotanya

<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title='rsspump'>news</a></div>

Di ulang tahunnya ke-35, Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Universitas Jember berusaha keras menenamkan kepercayaan kepada anggota dan warga masyarakat di sekitar kampus bumi tegal boto Universitas Jember. KPRI yang dulu lahir secara sesar, dengan bermodalkan perintah pendirian oleh Letkol Warsito, Rektor Universitas Jember kala itu kepada beberapa penggagas seperti Prof. Dr. H. Murdijanto Purbangkoro, SE, SU. Melalui jatuh bangunnya perkoperasioan di wilayah Jember kini telah berhasil mensejahterakan anggotanya. Demikian yang diungkapkan Sugijono, SH, MH, ketua KPRI Universitas Jember dalam peringatan ulang tahun ke-35 KPRI pada hari Minggu, 12 Oktober 2014. Peringatan HUT KPRI Unej ke-25 dirayakan dengan jalan sehat bersama pengurus, pembina dan seluruh anggota dan masyarakat sekitar kampus bumi tegal boto Universitas Jember. 

Hadiah utama berupa lemari es dan televisi LED 32 inc diraih oleh peserta dari umum atau warga sekitar kampus tegal boto Universitas Jember. Pada kesempatan itu, Ketua KPRI Universitas Jember, Sugijono memberikan bantuan pendidikan kepada 50 orang anak dari anggota KPRI yang berprestasi dan kurang mampu. Sugijono merasa bersyukur bahwa dalam kurun waktu 35 tahun, KPRI mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari anggota dan masyarakat dengan memenuhi kebutuhan rumah tangga melalui unit toko, dan juga memenuhi kebutuhan dana segar melalui unit simpan pinjam (USP). KPRI akan terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada anggota dan masyarakat dengan menyediakan kebutuhan terutama kepada anggotanya. 












Labels

Popular Posts