Follow on G+

Selasa, 05 November 2013

Universitas Jember Gelar Pameran Unggulan Kopi Jember

salah satu agenda festival tegal boto adalah pameran kopi yang dilaksanakan di gedung Soetarjo pada tanggal 3-4 November 2013. Pameran kopi bertajuk kemeriahan stand angkringan kopi ini dimanfaatkan mahasiswa, dosen dan karyawan serta masyarakat umum untuk mengetahui lebih dekat bagaimana hasil kopi dan pengolahan kopi unggulan yang bercita khas kafein ini.

Kami mencoba memperkenalkan produk-produk komoditas kopi unggulan Jember kepada masyarakat, terang ketua penyelenggara, Dr. Dedy Wirawan Soedibyo. Keinginan rektor Universitas Jember yang diungkapkan saat Simposium  (8/11) yang lalu "kalau kopi yang dibicarakan, maka Jember yang terpikirkan". Bolej jadi kopi akan menjadi icon terbesar ke-2 setelah Jember dikenal kota tembakau. Rektor Universitas Jember dalam rangka menjadikan kopi sebagai icon terbesar setelah tembakau di kabupaten Jember diwujudkan dengan mengenalkan tarian petik kopi pada pembukaan festival tegal boto, .

Pameran ini juga dijadikan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai kopi. “Masyarakat itu perlu diberikan pemahaman mengenai kopi agar masyarakat bisa mengetahui cara mengolah kopi yang baik,” ungkap Dedy. Menurutnya edukasi/pengetahuan kopi perlu dilakukan, sebab selama ini masyarakat kurang begitu mengerti manfaat yang terkandung dalam mengkonsumsi kopi. Tata cara pengolahan kopi terutama pada proses sangrai juga perlu pemahaman. “Selama ini masyarakat terutama kalangan ibu-ibu dalam proses sangrai, kopi disangrai sampai gosong sehingga bukan kopi yang dinikmati malah karbon kopi,” jelasnya.

Berbagai varian unggulan kopi yang dipamerkan tersebut seperti kopi luwak, kopi lanang, kopi robusta, kopi arabica, dan lainnya. Jember menjadi penghasi kopi nasional terbesar, bahkan pusat penelitan kopi dan kakau berada di Jember. Pada pameran ini juga ditampilkan peralatan pengolah kopi di stand Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember juga ada road map mengenai penelitian kopi yang sedang mereka kembangkan. Para pengunjung juga bisa melihat bagaimana cara pengolahan kopi mulai dari proses penjemuran, pengsangraian kopi sampai proses pembuatan minuman kopi dan bisa menikmatinya.

Pameran ini dibuka secara umum mulai tanggal 3-4 November 2013 dan diharapkanakan mampu meningkatkan animo masyarakat domestik dalam konsumsi kopi. Sebagaimana diketahui tingkat konsumsi masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan dengan masyarakat Amerika. Dedy membandingkan secara data konsumsi Ameria mencapai 6 Kg tiap penduduk dalam satu tahun lebih tinggi dari Indonesia yang hanya sampai 1 Kg tiap penduduk dalam setahun.

0 komentar:

Posting Komentar

Labels

Popular Posts