Follow on G+

171 Kampus Fakultas Sastra UNEJ"

Wajah Kampus Fakultas Sastra Masih Sejuk dan Asri

131 Studi Banding KP-RI Unej dengan KPN Darma Wiguna

http://akademiksastra.blogspot.co.id/2016/10/studi-banding-kp-ri-universitas-jember.html

749 Grand Reunion

Sastra Inggris Adakan Reuni Akbar.

811 Masa Orientasi

Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) Meniti Jalan Menuju Kampus Perjuangan.

686 PKL to Bali

Mahasiswa Praktek Kerja Lapangan, Study Wisata ke Bali.

656 Relaksasi Kebersamaan

Pikirkan bahwa dengan relaksasi tubuh kita menjadi segar dan bugar.

621 UKM Swapenka"

Menjadi kebanggaan tersendiri kuliah di Fakultas Sastra UNEJ.

180 Bedah Buku"

Kiat Jitu Menulis dan Menerbitkan Buku.

132 Belajar Jujur dan Bersih"

Mengenal Modus Operandi Korupsi.

Tampilkan postingan dengan label Bedah Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bedah Buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2011

Bedah Buku "Mutiara yang Tersisa I : Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Madura”

<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://news.rsspump.com/' title='rsspump'>news</a></div>

Budayawan Fakultas Sastra, Prof. Dr. Ayu Sutarto (Sastra Inggris), Drs. H. Marwoto dan Drs. Heru Sp. Saputro, M.Hum (Sastra Indonesia) hari selasa (10/5) merilis buku terbaru karangan mereka berjudul “Mutiara yang Tersisa I: Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Madura”.
Dalam Bedah Bukunya di aula Fakultas Sastra, salah seorang penulis buku tersebut Ayu Sutarto mengutarakan tujuan peluncuran sekaligus bedah buku ini sebagai sumbangsih memperkaya aset budaya nasional melalui budaya lokal.  Budayawan asli Pacitan ini percaya walaupun karya ini bersumber dari kebudayaan lokal namun, ia berkeyakinan kebudayaan lokal atau cerita-cerita rakyat adalah aset berharga bagi bangsa Indonesia.
Lanjut Ayu Sutarto lagi, buku ini memuat sembilan cerita rakyat Madura yang memiliki muatan moral seperti wawasan mengenai kebajikan, kebenaran, keadilan serta pentingnya menghargai perbedaan selain tentu saja muatan hiburan. Cerita rakyat yang selama ini mulai banyak dilupakan berpotensi sebagai pembangun budi luhur bangsa. Uniknya, buku ini ditulis dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris dan tentu saja Madura.
Panitia penyelenggara yang sekaligus sebagai salah satu penulis buku tersebut Drs. Heru Sp. Saputra, M.Hum mengatakan dengan digelarnya acara semacam ini, ia berharap semua kalangan baik dosen maupun mahasiswa dapat terinspirasi untuk berkarya. ”Saya berharap acara seperti ini bisa menjadi inspirasi untuk semuanya agar berkarya dalam bentuk tulisan dapat menjadi tradisi kita,” ujarnya saat memberikan kata sambutan dalam acara tersebut.
Pernyataan senada juga diungkapkan dekan Fakultas Sastra Drs. Syamsul Anam, MA saat membuka acara tersebut. Ia mengatakan karya ini harus menjadi motivasi semua kalangan untuk menulis, terutama dosen. Sebab menulis merupakan kebiasaan akademik yang wajib dikembangkan di dunia kampus. Dirinya juga mengingatkan meskipun karya tulis cerita rakyat semacam ini mungkin dipandang sepele, namun dibaliknya menyimpan pelajaran yang berharga.
Ayu Sutarto menyebutkan, rencananya tidak hanya cerita rakyat madura saja yang akan ia suguhkan, namun masih ada dua cerita rakyat yakni cerita rakyat Tengger dan Using (Banyuwangi) yang kni tengah digarap. Ia berharap langkahnya ini akan berjalan dengan baik dan didukung semua pihak. Acara rilis buku dilanjutkan dengan diskusi dan pembagian door prize buku “Mutiara yang Tersisa I: Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Madura”.

Info Penerimaan Mahasiswa Baru
Jalur SNMPTN
Jalur PMDK
Jalur UM-UNEJ

Labels

Popular Posts